Waspadai Gejala Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung termasuk salah satu penyebab kematian di dunia. Bagaimana tidak, aliran darah serta pasokan oksigen yang terhambat membuat aktivitas jantung terhenti. Jantung berfungsi untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh sekaligus membersihkan dari karbondioksida. Penderita yang mengalami penyakit jantung memerlukan perawatan yang serius terlebih apabila sudah berada di stadium lanjut. Selain itu juga, meskipun pengobatan telah dilakukan misalnya dengan memasang ring jantung, tetap perlunya penjagaan baik dari segi makanan maupun aktivitas yang dilakukan agar kesehatan jantung dapat terjaga secara maksimal. Penyakit jantung tidak boleh disepelekan, untuk itu harus meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan. Berikut gejala yang umumnya dialami oleh penderita:

Nyeri dada

Sering mengalami nyeri pada dada jangan dianggap remeh. Nyeri pada bagian tersebut bisa menjadi salah satu tanda bahwa kesehatan jantung sedang bermasalah. Bahkan, perlu diwaspadai ketika rasa nyeri yang dialami terjadi dalam waktu yang lebih sering dan menimbulkan ketidaknyamanan. Nyeri pada dada pada dasarnya adalah efek dari kurang lancarnya aliran darah menuju otot-otot jantung sehingga organ tubuh tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik. Sebaiknya periksakan dengan segera ke dokter apabila mengalami masalah tersebut untuk mendapat diagnosis yang tepat dan akurat.

Sakit ulu hati          

Bukan hanya pertanda sakit maag, sakit bagian ulu hati juga merupakan gejala daripada penyakit jantung koroner. Hal lain yang juga sering kali diyakini seseorang ialah masuk angin karena terasa kembung. Akan tetapi, untuk gejala penyakit jantung tidak hanya kembung dan sakit pada bagian ulu hati namun juga diiringi timbulnya keringat dingin dan juga denyut nadi yang mulai melemah. Tidak sedikit penderita penyakit jantung yang kurang cepat penanganan ketika sakit ulu hati sedang kambuh. Akibatnya berbagai hal yang tak diinginkan pun bisa terjadi. Sebaiknya sebelum terlambat, usahakan untuk mengunjungi rumah sakit terdekat atau yang juga terpercaya guna mendapat pertolongan lebih lanjut.

Irama jantung lebih cepat

Detak jantung per menit yang pada dasarnya bervariasi, baik itu dari segi umur, ukuran tubuh, gerakan yang baru saja selesai dilakukan, dan lain sebagainya. Seperti halnya seseorang yang berusia 7-9 tahun, detak jantung normal yakni 70-110 per menit, sedangkan pada orang dewasa 60-100. Namun, bagi seorang olahragawan detak jantung bisa beristirahat lebih pendek yakni di bawah 60. Bila detak jantung jauh di atas normal tersebut dengan tanda irama jantung lebih cepat, hal ini penting untuk diwaspadai. Kesehatan jantung mulai terancam ketika berada di atas perhitungan normal. Ada baiknya untuk segera melakukan medical check up ketika mendapati irama jantung seperti halnya habis berlari cepat meski pada hakikatnya dalam keadaan duduk santai atau ketika mendapat kabar.

Sulit bernafas

Kesehatan jantung yang sedang bermasalah juga dapat dikenali dari sistem pernafasan yang cukup berat. Dalam hal ini, rasa sulit bernafas kerap diiringi dengan sakit dada seperti terdapat benda yang menindih. Jantung yang bertugas memompa darah bekerja dengan ekstra oleh karena pembuluh darah mengalami penyumbatan. Dalam kondisi yang lebih parah khususnya ketika jantung tidak dapat lagi memompa darah bisa mengancam keselamatan.

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi momok menakutkan. Bahayanya bisa membuat seseorang harus membatasi aktivitas dan menghindari berita yang mengejutkan. Menghindari gaya hidup buruk seperti merokok, minuman beralkohol, serta mengkonsumsi makanan dengan lemak tinggi adalah hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir penyakit jantung.

This entry was posted in Kesehatan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *